24April2018

MutuKia Ntt

Terms of Reference

Lokakarya Evaluasi Akhir
Program Sister Hospital (SH) & Performance Management and
Leadership Rumah Sakit (PML RS) Provinsi NTT

Bali, 4–5 Desember 2014

  Latar Belakang

Program Sister Hospital dan Performance Management Leadership yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2010 hingga tahun 2014 sudah berjalan dengan sangat dinamis. Cukup banyak target program yang tercapai selama pelaksanaan program SH dan PML ini. Hingga saat ini kegiatan Monev telah memasuki periode X yang telah dilakukan pada bulan Oktober 2014. Sebelumnya, pada Maret 2014, telah dilakukan kegiatan Monev ke IX dengan hasil sebagai berikut:

  1. Monev Klinis: Secara umum indikator input, proses dan output menunjukan hasil yang baik, beberapa indikator masih tidak berubah dari monev sebelumnya seperti kelengkapan dan kondisi alat umum maupun alat kesehatan serta SDM (termasuk insentif) dan sarana-prasarana. Komitmen Direksi, Kadinkes dan Bupati sangat diperlukan untuk mengatasi hal tersebut
  2. Monev Manajemen: Kelengkapan dan ketepatan pencatatan data pelayanan PONEK di RS perlu diperbaiki terutama data kematian, pelayanan, hasil AMP dan tindak lanjutnya. Masih diperlukan juga komitmen tinggi dari Dinkes untuk memastikan AMP dilaksanakan dan ditindaklanjuti.
  3. Monev Kualitatif: Secara umum menunjukan sisi kualitatif dari RS telah lebih baik, beberapa perilaku dan budaya kerja masih perlu diperbaiki terutama mematuhi SOP yang sudah ditetapkan. Diharapkan intervensi dari aspek kualitatif kedepannya juga menyentuh perilaku masyarakat dalam mencari dan mendapatkan pelayanan kesehatan (misalnya dalam memutuskan untuk merujuk).
  4. Monev PML: Hingga Monev saat ini seluruh RSUD Sudah memiliki ijin RS dan sudah terakreditasi. Sebagian besar RSUD juga sudah naik menjadi kelas C, 7 dari 11 RSUD yang masuk dalam program sister hospital sudah menjadi BLUD, dan sudah memiliki regulasi internal.

Untuk mengevaluasi kemajuan program dan tindak lanjut dari Monev IX, telah dilakukan Monev X pada Oktober 2014. Untuk program SH, fokus-fokus kegiatan yang dipantau adalah: implementasi rencana Quality Improvement, kepatuhan AMP dan tindak lanjut rekomendasi AMP, pencapaian Standar PONEK, evaluasi penyebab pergesaran Kematian Ibu dan Bayi, perkembangan Exit Strategy (penganggaran dana oleh APBD atau lembaga donor), pemanfaatan V-Sat, serta advokasi ke Pemda terkait tindak lanjut rekomendasi hasil Monev. Sedangkan, untuk program PML, fokus kegiatan yang dipantau adalah: melihat progress kegiatan wajib dan non wajib serta billing system.

Keberhasilan pencapaian indikator tersebut akan terwujud jika dilakukan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) secara periodik, yang kemudianmenjadidasar untuk melakukan upaya perbaikan atau tindaklanjut, sehingga dapat diketahui kemajuan pelaksanaan kegiatan dari aspek program, keuangan maupun pelayanan PONEKnya serta perkembangan kemajuan dari aspek manajemen di RSUD dan hal ini dapat dibandingkan dengan standar atau indikator yang telah ditetapkan. Sejak dimulainya program SH tahun 2010 sampai saat ini, sudah dilakukan kegiatan monev eksternal sedikitnya 2 kali dalam setahun, namun frekuensi pelaksanaan monev eksternal di tahun transisi dikurangi menjadi sekali setahun, dengan lebih mengintensifkan monev internal oleh pasangan RS Mitra A dan Mitra B.

  Tujuan

Kegiatan ini secara umum bertujuan untuk menyajikan, membahas dan menindaklanjuti hasil Monev program Sister Hospitaldan Performance Management and Leadership (PML) dengan tujuan khusus:

A. Membahas aspek Monitoring dan Evaluasi Program Kesehatan

  1. Mengevaluasi keberhasilan pencapaian indikator Program Sister Hospital dari aspek klinis, manajemen dan kualitatif (membandingkan tujuan awal program dengan pencapaian saat ini)
  2. Mengevaluasi implementasi program QI masing-masing RSUD
  3. Mengevaluasi penyebab pergeseran Kematian Ibu dan Bayi
  4. Mengevaluasi proses dan hasil advokasi ke Pemda terkait tindak lanjut rekomendasi hasil Monev
  5. Mengevaluasi keberhasilan pencapaian indikator Program PML (membandingkan tujuan awal program dan pencapaian saat ini)

B. Membahas Sistem Telekomunikasi untuk pembelajaran dan pengembangan kegiatan

  1. Mengevaluasi pemanfaatan V-Sat untuk teleconference
  2. Mengevaluasi pemanfaat V-Sat untuk telemedicine

C. Persiapan akhir Exit Strategy

  1. Mengevaluasi perkembangan Exit Strategy (penganggaran dana oleh APBD atau lembaga donor)
  2. Menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Program SH dan PML(RS Mitra A dan Mitra B) periode selanjutnya

Indikator Keberhasilan

  1. Tersedianya hasil Monev program SH dan PML,termasuk hasil analisa masalah dan rekomendasi penyelesaian masalah.
  2. Terlaksananya advokasi kepada Pemda, Dinkes Kabupaten dan Dinkes Provinsi terkait rekomendasi hasil Monev
  3. Tersusunnya Rencana Kerja dan Anggaran RSUD 2015 untuk program Sister Hospital dan PML sebagai hasil kegiatan exit strategy

  Waktu dan Tempat:

Waktu : Kamis–Jumat, 4–5 Desember 2014
Tempat : Hotel Bali Dynasty Resort, Jln. Kartika Plaza, Kuta, Bali
Jadwal Kegiatan: Kamis, 4 Desember 2014

Waktu

Kegiatan

Nara Sumber

Moderator/ Fasilitator

08.00 – 08.30

Registrasi

 

PKMK FK UGM & AIPMNH

08.30 – 09.00

Pembukaan:

  • Team Leader PKMK FK UGM
  • Kemenkes RI
  • Sambutan dan Arahan dari Kepala Dinas Kesehatan NTT, sekaligus membuka acara

 

Prof. dr. Dr. Laksono Trisnontoro, MSc., Ph.D

Kepala Dinas Kesehatan NTT

MC

09.00 – 09.30

Mekanisme Dinkes Provinsi dalam Monev:

Apakah dapat dikembangkan pasca AIPMNH 

dr. Hanevi Djasri, MARS

Dinkes Provinsi

09.30 – 10.15

Review Keberhasilan Revolusi KIA NTT

Diskusi (15 menit)

Kepala Dinas Kesehatan NTT

Dinkes Provinsi

10.15 – 10.30

Coffee Break

 

10.30- 10.45

Laporan pelaksanaan Monev SH&PML X

drg. Puti Aulia Rahma, MPH

10-45-12.45

Hasil Monev SH November 2014:

  • Aspek Manajemen 
  • Aspek klinis neonatal
  • Aspek klinis maternal
  • Aspek Kualitatif 
  • Refleksi 
  • Diskusi 

Robertus A Koit

Dr. Irine K. Davidz, SPA

Dr. Danu Maryoto Teguh, Sp.OG (K)

DR. Atik Triratnawati

Refleksi oleh:

dr. Hanevi Djasri, MARS

Dr. dr. Dwi Handono, M.Kes

Sitti Noor Zaenab

Putu Eka Andayani

drg. Puti Aulia Rahma, MPH

Dinkes Provinsi

12.45-14.00

Lunch

14.00-14.50

Hasil Monev PML November 2014:

  • Aspek PML 
  • Reflexi PML
  • Diskusi 

Derty Koroh

Putu Eka Andayani, SKM, M.Kes

Dinkes provinsi

14.50 – 15.50

Panel presentasi:

  • Kebijakan optimalisasi pendayagunaan SDMK melalui tenaga kontrak daerah dengan pembebanan biaya APBD kabupaten Rote Ndao
  • Pengembangan dan Peningkatan SDM Kesehatan melalui Pengalokasian kelas khusus untuk bidan dan perawat bagi nakes dan calon nakes Pemda Sumba Timur kerjasama dengan Poltekkes Kupang dengan pembiayaan dari APBD Sumba Timur

 

Bupati Rote

  Bupati Sumba Timur

Dinkes Provinsi

15.50 – 16.05

Coffee break

16.05 – 16.50

Diskusi keberlangsungan Program SH  & PML  se Prov. NTT sebagai Exit Strategy

  • Pendanaan Program
  • Pengembangan SDM

Prof. Laksono Trisnantoro

Kepala Dinas Kesehatan NTT

Jadwal Kegiatan: Jumat, 5 Desember 2014

 

Waktu

Kegiatan

Narasumber

Moderator/ Fasilitator

08.30 – 09.00

Penjelasan akhir program AIPMNH termasuk laporan akhir pertanggungjawaban keuangan

Dr. Henyo Kerong
Hamsya Mappa

Dinkes Provinsi

09.00 – 09.30

Pengantar Disko

Dinkes Provinsi
AIPMNH
PKMK FK UGM

09.30 – 10.30

Diskusi Kelompok 
penyusunan Rencana Tindak Lanjut Kesepakatan untuk kelanjutan & pengembangan program SH & PML di kabupaten se Provinsi NTT.

RSUD ENDE

RSUD Larantuka

RSUD Bajawa

RSUD Lewolewa

RSUD Ruteng

RSUD Soe

RSUD Umburarameha

RSUD Waikabubak


Dinkes Provinsi

  PKMK FK UGM

  AIPMNH

 

PKMK FK UGM

Dinkes Provinsi

10.30 – 11.00

Coffee Break

 

11.00 – 11.30

Paparan Hasil Diskusi Kelompok
(masing-masing narasumber 10 menit)

Masing-masing kabupaten (3 kabupaten)

Dinkes Provinsi

11.30 – 13.00

Shalat Jumat dan Lunch Break

 

13.00 – 14.00

Lanjutan Paparan Hasil Diskusi Kelompok
(masing-masing narasumber 10 menit)

Masing-masing kab (6 kabupaten)

Dinkes Provinsi

14.00 – 14.30

Closing Remark

Dinkes Provinsi NTT, PKMK FK UGM dan AIPMNH

Dinkes provinsi

Peserta

No.

Instansi

Jumlah

1

KEMENTERIAN KESEHATAN RI

6 orang

  • DirJen Bina Upaya Kesehatan
  • Direktur Bina Upaya Kesehatan Dasar
  • Direktur Bina Upaya Kesehatan Rujukan
  • Dir Bina Kesehatan Ibu, Ditjen Binkesmas
  • Dir Bina Kesehatan Anak, Ditjen Binkesmas    
  • Kepala Pusrengunnakes       

1
1
1
1
1
1

2

RS. Mitra

44 orang

  • Direktur RS Mitra A
  • Dekan FK UI, FK UNAIR, FK UGM, FK UNIBRAW, FK UNHAS, FK UNDIP, FK UDAYANA, FK UNPAD, FK UNS
  • Team Leader RS Mitra A       
  • ManajerOperasional/ Sekretaris RS Mitra
  • Bendahara RS Mitra

9
8
9
9
9

3

Provinsi

  • Kadis NTT
  • Kepala Bappeda NTT
  • Ketua SH Dinke Provinsi
  • Ketua PML/ Kabid Nakes Dinkes Provinsi
  • Wakil Ketua PML / UPTD Latnakes
  • Sekretaris SH Dinkes Provinsi
  • Sekretaris PML Dinkes Provinsi
  • Kabid Kesmas Dinkes Provinsi
  • Kepala Seksi Strata 2 dan 3 Dinkes Provinsi
  • Tim Monev SH ( 2 orang)
  • Tim Monev PML (2 orang)
  • Panitia 2 orang

15orang

1
1
1
1
1
1
1
1
1
2
2
2

4

UGM (Tim Kualitatif, tim SH PML)

8orang

5

HOGSI Malang  (koordinator monev klinis kebidanan

1 orang

6

IDAI NTT (koordinator monev anak)& POGI NTT (team monev)

2 orang

7

P2K3  UNDANA & Peneliti

3 orang

8

Kabupaten

43orang

  • Bupati
  • Kepala Bappeda Kabupaten
  • Kepala Dinkes Kabupaten
  • Direktur RSUD Kabupaten

12
9
11
11

9

AIPMNH

14orang

  • Transition Manager
  • Operational Manager
  • Finance Manager
  • Program Coordinator            
  • CS Adviser
  • PML Adviser
  • DPC 9 kab

1
1
1
1
1
1
9

10

DFAT

1 orang

11

Panitia UGM + IT

4 orang

TOTAL

139orang

BIAYA

Penyelenggaraan lokakarya ini dibiayai oleh AIPMNH melalui kontrak PKMK FK-UGM.

PELAPORAN

Laporan pelaksanaan kegiatan pertemuan ini akan dibuat oleh Tim PKMK FK UGM sebagai penanggungjawab kegiatan dengan menyertakan dokumen-dokumen pendukung sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati.

PENUTUP

Demikian TOR ini dibuat sebagai acuan dalam pelaksanaan kegiatan dan sebagai dasar untuk mengajukan dana kegiatan.