16July2018

MutuKia Ntt

TRAINING OF TRAINER (TOT) FASILITATOR AUDIT MATERNAL PERINATAL (AMP) TIM AMP PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR (NTT) – BAGIAN I

Salah satu prioritas dari Kementrian Kesehatan adalah berupaya meningkatan derajat kesehatan ibu san anak, terutma pada ibu hamil, ibu bersalin dan bayi pada masa perinatal. Berbagai faktor yang terkait dengan resiko komplikasi yang berhubungan dengan dengna kehamilan dan cara penanggulangannya telah diketahui dan untuk sekarang ini angka kematian ibu (AKI) sudah memperlihatkan penurunan dari 307 per 100.000 kelahiran hidup (KH) hasil SDKI 2002/2003 menjadi 228 per 100.000 KH pada tahun 2007. Dengan memperlihatkan pola kecenderungan penurunan AKI tersebut perlu dilaksanakan secara menyeluruh dan terpadi terutama pada sisi penyedia pelayanan kesehatan (supply side), sisi pengguna jasa pelayanan kesehatan (demand side) dan sisi manajemen pengelola kesehatan (management side).

Sebagian besar kematian dapat dicegah melalui pelayana antenatal yang mampu mendeteksi dan menangani kasus resiko tinggi secara memada, pertolongan persalinan yang bersih dan aman serta pelayanan rujukan kebidanan atau perinatal yang terjangkau pada saat diperlukan. Dengan demikian kita harus memperkuat dari sisi pendataan penelusuran dari kematian ibu. Hal ini dapat dilakukan dengna mengembangkan konsep AMP. Audit ini dimanfaatkan untuk mengidentifikasikan faktor medik, non medik dan faktor pelayanan kesehatan yang berpengaruh terhadap faktor kesakitan dan kematian ibu maupun perinatal. Melalui kegiatan ini diharapkan para pengelola program KIA di Kabupaten atau Kota dan para pemberi pelayanan di tingkat pelayanan dasar dan tingkat pelayanan rujukan prima dapat menetapkan prioritas untuk mengatasi faktor-faktor yang mempengaruhi kematian ibu atau maternal dan neonatal. Direktorat Bina Kesehatan Ibu telah menyusun beberapa kegiatan untuk penignkatan pelayanan kesehatan ibu terutama dalam rangka percepatan penurunan AKI dan dalam upaya meningkatkan cakupan dan kualitas kesehatan maternal dengan pencegahan komplikasi maka dibuat kegiatan orientasi AMP. Kegiatan ini diperlukan karena adanya perubahan yang cukup mendasar dari instrumen dan metodologi pelaksanaan pedoman AMP maka diperlukan rangkaian kegiatan berjenjang untuk mengimplementasikan AMP ini.

Tujuan umum pelaksanaan kegiatan ini adalah melaksanakan kegiatan AMP untuk peningkatan mutu pelayanan KIA di seluruh wilayah kabupaten atau kota. Acara ini diselenggarakan di kota Kupang mulai dari tanggal 26 – 28 Januari 2011. Pada hari pertama pelaksanaan TOT AMP ini, telah dilakukan pengenalan mengenai kebijakan sister hospital dan peran AMP dalam revolusi KIA di NTT, pengenalan AMP dan alasan perubahan dalam proses AMP, pengenalan pedoman AMP yang telah direvisi, pengorganisasian dan koordinasi, penyelenggaraan AMP di Kabupaten atau Kota, penjelasan formulir yang digunakan dalam AMP serta pengenalan tahapan AMP.